Awal bulan Juli 2023 menjadi titik baru dalam perjalanan pendidikanku. Sebagai lulusan SMP IT Alkahfi, aku akhirnya resmi menginjakkan kaki di SMAN 1 Sumbar — sekolah yang selama ini didambakan dan disanjung oleh banyak orang. Saat pertama kali memasuki gerbang sekolah ini, perasaan gugup, senang, dan antusias bercampur menjadi satu.
Setelah melewati gerbang, aku menuju asrama. Suasananya langsung mengingatkanku pada masa-masa di pesantren dulu. Bedanya, kali ini aku harus kembali beradaptasi dengan teman-teman dan atmosfer yang benar-benar baru. Hari-hari awal terasa penuh tantangan, tapi juga membuka banyak kesempatan untuk mengenal orang-orang baru.
MPLS dan Gugus Pertama
Tidak lama setelah masuk, tibalah masa Mengenal Lingkungan Sekolah (MPLS). Di sinilah aku ditempatkan di Gugus 8. Rasanya seperti menemukan keluarga pertama di SMAN 1 Sumbar. Bersama teman-teman satu gugus, kami melewati berbagai kegiatan seru, dari kerja sama kelompok, penampilan kreatif, hingga canda tawa di sela-sela acara.
Momen paling membanggakan adalah ketika di penutupan MPLS, Gugus 8 dinobatkan sebagai gugus terbaik. Penghargaan itu bukan sekadar simbol, tapi bukti bahwa dalam waktu singkat kami bisa kompak, saling mendukung, dan menciptakan kenangan indah bersama. Meski akhirnya harus berpisah dengan kelompok ini, kenangan itu tetap melekat kuat.
Keluarga Baru di Kelas E2
Setelah MPLS usai, aku mulai menjalani kehidupan sehari-hari di kelas. Aku ditempatkan di Kelas E2. Suasananya terasa berbeda — lebih seru, penuh warna, dan tentu saja menghadirkan lebih banyak teman baru. Hari-hari di kelas E2 dipenuhi canda tawa, kerja kelompok, hingga obrolan ringan yang membuat rasa betah di sekolah semakin kuat.
Kejutan Ulang Tahun yang Tak Terduga
Bulan Oktober 2023 membawa cerita lain yang tak kalah berkesan. Tepat pada 9 Oktober 2023, aku berulang tahun. Awalnya, ada sedikit rasa kecewa karena tidak ada satu pun temanku yang terlihat ingat. Hari itu terasa biasa saja, dan jujur, aku sempat merasa sedih.
Namun, ternyata aku salah besar. Sehari setelahnya, barulah aku tahu bahwa teman-teman kelas E2 diam-diam menyiapkan kejutan ulang tahun untukku. Yang membuatnya lebih spesial lagi, kejutan itu dirayakan bersamaan dengan ulang tahun salah satu temanku juga. Momen itu benar-benar membuatku terharu. Rasa kecewa yang sempat singgah berganti menjadi rasa syukur yang dalam, karena ternyata aku punya teman-teman yang peduli dan ingin membuatku bahagia.
Suasana hari itu sangat hangat. Kami tertawa bersama, menyanyikan lagu ulang tahun, dan menikmati kebersamaan sederhana yang terasa begitu berarti. Bagi diriku, itu adalah hadiah ulang tahun terbaik: bukan kue atau hadiah mewah, melainkan kehadiran teman-teman yang tulus.
Pelajaran yang Aku Petik
Dari semua pengalaman di kelas 10, aku belajar bahwa adaptasi bukan hanya soal berani menghadapi lingkungan baru, tapi juga tentang membuka hati untuk menerima orang lain. MPLS mengajarkanku arti kerja sama, sedangkan pengalaman ulang tahun itu mengingatkanku betapa berharganya sebuah pertemanan.
Kelas 10 mungkin baru permulaan, tapi perjalanan ini sudah dipenuhi cerita berkesan yang akan selalu aku kenang. Dan aku yakin, masih banyak cerita lain yang menunggu di tahun-tahun berikutnya di SMAN 1 Sumbar.






